Tips Melamar Pekerjaan Via Email, Dijamin Langsung Dilirik HRD !

Tips Melamar Pekerjaan Via Email, Dijamin Langsung Dilirik HRD !

Bagikan ke

Jika sebelum ada teknologi canggih proses melamar kerja harus dilakukan secara langsung dengan membawa setumpuk dokumen, di zaman ini kamu bisa melamar pekerjaan dari rumah. Tinggal kirimkan lamaran kerja via email, dan lamaran pekerjaanmu pun akan diikutsertakan dalam seleksi.

Sayangnya, jumlah pelamar pun turut membludak karena kemudahan proses melamar kerja. Persaingan untuk diterima pun semakin ketat, sehingga kamu perlu lebih kreatif agar emailmu dilirik HRD dan langsung dibaca. Lalu, bagaimana cara melamar kerja lewat email agar HRD langsung membacanya?

1. Memastikan Kebenaran Alamat Email

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan agar email segera dilirik HRD adalah memastikan bahwa alamat email tujuan memang benar. Biasanya, perusahaan besar menggunakan email berbayar dengan unsur nama perusahaan. Kesalahan satu huruf pada penulisan email bisa berakibat emailmu tidak akan terkirim dan pastinya tidak akan terbaca HRD. Ketika alamat email salah, kamu akan mendapatkan notifikasi bahwa email tersebut tidak terkirim. Di situlah kamu dapat mengirimkan email kembali ke alamat yang benar.

2. Menggunakan Email Profesional

Masih memiliki email dengan nama alay atau nama yang aneh? Sebaiknya urungkan niatmu mengirimkan lamaran kerja jika masih menggunakan email tersebut. Cobalah untuk memisahkan email media sosial dengan email profesional. Sebaiknya gunakan email dengan nama lengkap atau nama formal ketika melamar pekerjaan, sehingga HRD bisa mengetahui siapa nama pengirim lamaran.

3.Mengisi Bagian Subjek Email

Bagian subjek email lamaran pekerjaan adalah bagian yang tidak boleh dikosongi. Jika kamu tidak mengetikkan kata apa pun, pada bagian subjek tersebut akan kosong dan menjadi ‘(tanpa subjek)’, sehingga HRD tidak tahu isi email tersebut. Lain halnya jika kamu mengisi bagian subjek dengan keterangan lamaran kerjamu, seperti ‘Lamaran Kerja_nama lengkap_posisi yang dilamar’, HRD akan segera menindaklanjutinya.

4. Melampirkan Berkas yang Diminta

Sertakan berkas-berkas lamaran kerja yang diperlukan pada bagian email. Hal penting yang tidak boleh kamu abaikan adalah satukan berkas tersebut ke dalam satu file PDF agar mudah diakses. Hindari mengirimkan file dalam bentuk .doc karena tidak rapi dan formatnya bisa berubah ketika diterima oleh HRD. Patuhi pula ketentuan ukuran maksimal berkas yang ditentukan perusahaan dan beri nama file sesuai formatnya, seperti ‘Nama lengkap-CV’

Dokumen yang diperlukan untuk melamar kerja online bermacam-macam. Kamu bisa mempersiapkan scan dokumen berikut untuk berjaga-jaga.

  1. Cover letter
  2. Lamaran kerja
  3. Curriculum Vitae
  4. Scan Ijazah dan transkrip nilai
  5. Scan KTP
  6. Pas foto dengan format yang ditentukan perusahaan
  7. Scan sertifikat dan dokumen pendukung lainnya

Pastikan bahwa dokumen yang kamu lampirkan pada email di atas ukurannya sudah sesuai ketentuan. Jika ukuran dokumen terlalu besar, dokumen tersebut tidak akan bisa disertakan dalam satu email. Ketahuilah bahwa HRD memiliki waktu terbatas untuk membuka email para pelamar. Usahakan untuk membuat lamaran dalam satu email yang sama dengan mengompres ukuran file lampiran.

5. Mengisi Bagian Body Email

Bagian body email seringkali diabaikan, padahal bagian tersebut berfungsi penting agar HRD mengetahui pengirim email dan posisi yang dilamar. Isilah body email dengan alamat perusahaan yang dituju (misalnya HRD perusahaan atau pimpinan perusahaan), salam, perkenalan diri (informasi darimana mendapatkan lowongan kerja, latar belakang pendidikan secara singkat, skill), dan keterangan jabatan yang ingin kamu lamar. Cantumkan pula keterangan lampiran yang kamu sertakan pada email dan salam penutup. Hindari mengisi body email terlalu panjang karena HRD bisa mengabaikannya. Kamu dapat mencantumkan penjelasan lebih detail pada lampiran cover letter.

6. Hindari Mengirim Lamaran ke Banyak Tempat

Kemudahan melamar kerja dalam satu waktu bisa kamu peroleh dengan mengirim lamaran melalui email. Namun, kamu perlu berhati-hati ketika mengirim satu email sama ke banyak perusahaan dengan melakukan blast email. Kamu akan dipandang HRD sebagai orang yang kurang profesional dan malas. Jika ingin melamar banyak tempat, sebaiknya kamu meluangkan waktu untuk mengirim email satu-persatu dan bukannya langsung mengirim ke banyak email perusahaan sekaligus.

7. Waktu Pengiriman Email

Fleksibilitas waktu pengiriman lamaran kerja melalui email bisa kamu dapatkan. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian karena sekalipun bisa dikirim kapan saja, kamu tidak bisa seenaknya. Hindari mengirim email tengah malam atau terlalu pagi. Apabila memungkinkan, gunakan fitur penjadwalan pengiriman email agar kamu tidak lupa.

8. Memperhatikan Aturan Pengiriman Lamaran

Setiap perusahaan biasanya memberlakukan aturan berbeda bagi para pelamar. Misalnya saja terkait penamaan subjek email, cara melampirkan dokumen (dalam bentuk zip atau rar), dan hal teknis lainnya. Apabila tidak ada aturan terkait tata cara melampirkan dokumen pendukung lamaran, sebaiknya kamu tidak melampirkan file dalam bentuk zip atau rar karena membutuhkan usaha lebih untuk membuka dokumen. HRD harus melakukan ekstrak file agar bisa melihat isi dokumenmu. Tentu hal tersebut akan memakan waktu

9. Penggunaan Bahasa

Penggunaan bahasa pada lamaran kerja lewat email tidak jauh berbeda dengan lamaran tertulis. Perhatikan penggunaan kata yang sesuai KBBI dan kata-kata baku. Jika diminta menulis email berbahas Inggris, maka body email lamaran kerja bahasa Inggris juga perlu disesuaikan tata bahasa Inggris yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *