Memahami Tahapan Cara Pengerjaan Scoring Test

Memahami Tahapan Cara Pengerjaan Scoring Test

Bagikan ke

Hi sobat SIKERS!
Buat kamu yang ingin cepat dapat kerja
Sebaiknya kamu harus memahami aktivitas recruitment di suatu perusahaan
Jadi penasaran kan tentang aktivitas recruitment di suatu perusahaan?
Kita akan bahas seputar masalah rekrutmen di video ini
Yuk, mari kita mulai!

Terimakasih sobat SIKERS!
Sobat SIKERS! Sekarang kita akan membahas tentang pemahaman tentang tahapan pengerjaan scoring test di suatu perusahaan

Bagi sobat SIKERS sekalian pastinya ingin mengetahui cara pengerjaan scoring test dari hasil psikotest yang ada di perusahaan, bukan?
Biasanya HRD akan melakukan scoring test setelah hasil psikotest sudah diterima
Scoring test disini memiliki penilaian yang berbeda dari masing-masing test yang dikerjakan
Test yang dikerjakan ada beberapa macam, yaitu ada tes minat dan bakat, tes intelegensi, atau pun test kerpibadian
Disini saya akan menjelaskan cara pengerjaan scoring test dari beberapa alat test

1. Untuk test pertama ada MSDT test
MSDT test ini merupakan alat test untuk mengukur gaya kepemimpinan seseorang di organisasi atau perusahaan
Tipe-tipe gaya MSDT test ini terbagi menjadi 8 sub kategori, yaitu yang terdiri dari :
a. Executive
yang berarti bermutu tinggi, memberi motivasi dengan baik, berpandangan luas. Ia juga mampu mengelola dan mengembangkan kelompok karena menekankan adanya kerja sama dalam kelompok
b. Developer
yang berarti kreatif, memberi pelimpahan wewenang dengan baik, menaruh kepercayaan. Ia merupakan pimpinan yang mempercayai orang lain dalam rangka pengembangan bawahannya secara pribadi
c. Benevolant Autocrat
Lancar dan tertib, ahli mengorganisasikan, besar rasa keterlibatan diri. Ia merupakan pemimpin yang mengetahui tentang apa yang diinginkan dan bagaimana cara mencapainya tanpa menimbulkan keresahan bawahannya
d. Bureucrat
yang berarti patuh pada peraturan, manusia organisasi, lugu atau tanpa tendeng aling-aling . Ia merupakan pimpinan yang menekankan pada aturan dan prosedur untuk kepentingan dirinya, serta menjalankan pengaturan dan pengawasan dengan caranya sendiri dan berhati-hati dalam bertindak
e. Missionary
yang berarti sikap menggampangkan, penolong, lemah. Ia lebih mementingkan keharmonisan organisasi daripada pelaksanaan tugas
f. Compromiser
Tidak berpendirian tetap, tidak ada keputusan, berpandangan sempit. Ia seorang pengambil keputusan yang kurang baik dan membiarkan dirinya dipengaruhi oleh berbagai pihak. Ia merupakan orang yang hanya mampu mengurangi berbagai tekanan dan permasalahan secara minimal tetapi bukan merupakan seorang pemimpin yang mampu menyusun dan menerapkan program jangka panjang secara optimal
g. Autocrat
Kaku, keras kepala, bandel. Ia merupakan pemimpin yang tidak mempercayai orang lain, tidak menyenangkan, dan hanya tertarik pada pelaksanaan tugas
h. Deserter
Tidak ada rasa keterlibatan, moral rendah, sukar diramalkan. Ia merupakan pemimpin yang pasif serta tidak mau terlibat dalam pekerjaannya
Contoh cara pengerjaan scoring tes MSDT ini adalah sebagai berikut :
Untuk kolom A, dihitung secara horizontal, sedangkan kolom B dihitung secara vertikal
Di bawah ini, adalah contoh hasil pilihan pernyataan jawaban MSDT yang lolos ke tahap scoring

Untuk angka yang berwarna merah adalah hasil scoring dari pilihan pernyataan yang telah dibuat
Untuk kolom A, dihitung secara horizontal, sedangkan kolom B dihitung secara vertikal
Contoh, kotak jawaban nomor 1-8 yang jawabannya A adalah nomor 3, 4, 5, 7, maka dihasil scoring A tulis 4 di kolom pertama
Sedangkan kotak jawaban nomor 1-57, jawabannya B adalah nomor 1, 9, 17, 25, 41, 49, maka dihasil scoring B tulis 6
di kolom pertama
Dan cara scoring selanjutnya seperti itu

Tahap selanjutmya, kemudian, dari hasil scoring terdapat koreksi penjumlahan dan pengurangan yang ada pada soal jawaban
Kemudian dijumlahkan antara scoring A + scoring B + koreksi panjumlahan/pengurangan

Setelah hasil scoring dijumlahkan, tahap selanjutnya adalah ditaruh di kotak yang sudah tersedia di bawah jawaban hasil,
contohnya di bawah ini

Untuk penentuan kelolosan dari hasil score yang diperoleh paling tidak harus memenuhi nilai minimum 2.0 atau skala
minimal 34 atau di atas 33
Dengan contoh skala sebagai berikut :

Untuk minimal hasil harus Bureucrat, yaitu untuk kolom E minimal berjumlah 34 atau di atas 33
Contoh untuk hasil di atas meliputi bagan psikogram di bawah ini

2. Yang kedua ada PAPI Kostick Test
PAPI test ini merupakan alat test untuk mengukur dinamika kepribadian seseorang di organisasi atau perusahaan
Contoh cara pengerjaan scoring tes PAPI Kostick ini adalah sebagai berikut :

3. Yang ketiga ada Tes Intelegensi Umum
Untuk tes intelegensi umum ini yaitu alat tes yang mengukur kemampuan intelektual seseorang di organisasi atau perusahaan
Contoh cara pengerjaan scoring tes intelegensi umum ini adalah sebagai berikut :

4. Yang keempat yaitu ada CFIT (Culture Fair Intelligence Test)
Untuk tes ini yaitu mengukur tingkat intelegensi seseorang di organisasi atau perusahaan
Contoh cara pengerjaan scoring tes CFIT ini adalah sebagai berikut :

5. Yang ke lima yaitu ada KRAEPLIN Test
Tes KRAEPLIN ini bertujuan untuk mengukur kecepatan seseorang dan kemampuan berpikir seseorang di organisasi atau perusahaan
Contoh cara pengerjaan scoring tes KRAEPLIN ini adalah sebagai berikut :

Setelah test sudah dikerjakan, selanjutnya adalah proses scoring atau penilaian KRAEPLIN

K1 = didapat dari jumlah pengerjaan test yang paling tinggi ditambah jumlah pengerjaan test yang paling rendah, lalu dibagi dua
K2 = didapat dari jumlah pengerjaan yang salah dari keseluruhan baris
K3 = didapat dari hasil K1 dikurang hasil dari K2
K4 = didapat dari jumlah pengerjaan test yang paling tinggi dikurang jumlah pengerjaan test yang paling rendah, lalu dibagi dua

Tahap Selanjutnya >>
Jika sudah discoring, lalu tahap berikutnya adalah psikogram
Untuk hasil dari scoring KRAEPLIN masuk ke dalam penilaian psikogram SIKAP KERJA
K1 untuk aspek Tempo Kerja dengan gambaran “Lamban, menyelesaikan tugas dalam waktu yang relatif lama”
K2 untuk aspek Ketelitian dengan gambaran “Sering mengabaikan hal-hal kecil dan membuat kesalahan”
K3 untuk aspek Konsentrasi dengan gambaran “Mudah tergangguperhatiannya ketika mengerjakan suatu kegiatan”
K4 untuk aspek Stabilitas Kerja dengan gambaran “Kurang mampu berprestasi secara kontinue & konsisten”

6. Yang ke enam yaitu ada DISC Test (Dominance, Influence, Steadiness, Compliance)
Untuk tes ini yaitu mengukur kepribadian seseorang di organisasi atau perusahaan
Contoh cara pengerjaan scoring tes DISC ini adalah sebagai berikut :

Demikian penjelasan saya mengenai aktivitas recruitment di suatu perusahaan
Semoga sobat SIKERS sukses dan cepat mendapat pekerjaan
Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komen di kolom komentar di bawah ini

Salam sukses sobat SIKERS!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *